Etika berkomunikasi dalam social media

Ada banyak hal yang menjadi penghambat dalam berkomunikasi. Antara lain: kurang memahami makna komunikasi, tidak mengerti etika dalam berkomunikasi, kebiasaan komunikasi yang tidak efektif.
 
Etika (Yunani Kuno: “ethikos”, berarti “timbul dari kebiasaan”) adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.
 
Etika dimulai bila manusia merefleksikan unsur-unsur etis dalam pendapat-pendapat spontan kita. Kebutuhan akan refleksi itu akan kita rasakan, antara lain karena pendapat etis kita tidak jarang berbeda dengan pendapat orang lain.
 
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak.
 
Sosial media ternyata mampu mengubah perilaku manusia saat ini. Umumnya orang banyak menggunakan facebook dan twitter. Penggunanya begitu kecanduan untuk selalu buka dan membuka jejaring sosial , lalu membuat status,ngetwit, atau mention seseorang setiap waktu. Saat di perjalanan, di tempat kerja, di tempat tidur, bahkan di kamar mandi sekalipun. 

Berikut tips Etika berkomunikasi dalam social media:

  1. Gunakan gaya bahasa yang tepat dengan mengenali followers anda dari kalangan mana, pendidikan, dan usianya
  2. Tetap gunakan tanda baca dalam menulis status agar tidak salah dalam memahami sebuah tweet atau status
  3. Memahami tweet atau status orang dulu secara utuh sebelum mengomentarinya
  4. Seimbangkan profesionalitas dengan personalitas
  5. Kalo dapat kiriman berupa ucapan terima kasih atau apresiasi, ada baiknya kita balas. Jadi, sama-sama membahagiakan
  6. Materi twit atau status bisa saja hasil copas. Baiknya sebutkan sumbernya kalo bisa
  7. Kalo ternyata twit atau status kita menyinggung org lain, dan tanpa kita sadari ada kekeliruan kita, ya minta maaf saja
  8. Jangan menjelek-jelekan orang lain, sumpah serapah atau berkata-kata kotor melalui sosial media. Karena apa yang anda tulis adalah catatan seseorang yang bisa dijadikan barang bukti.
  9. Jadilah diri sendiri. Jadilah seorang yang otentik. Ciptakan nilai dan perkaya social media anda dengan konten atau isi yang bermanfaat dan menyenangkan.

sumber:
http://ipiieen.wordpress.com/2013/05/14/etika-berkomunikasi-dalam-social-media-2/
http://irfanrahman.wordpress.com/2013/05/17/etika-berkomunikasi-di-social-media/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TurboCache dan HyperMemory

ETIKA DALAM KELUARGA

Masyarakat dan Budaya di negara Kanada