Etika berkomunikasi dalam social media
Ada banyak hal yang menjadi penghambat dalam berkomunikasi. Antara
lain: kurang memahami makna komunikasi, tidak mengerti etika dalam
berkomunikasi, kebiasaan komunikasi yang tidak efektif.
Sosial media ternyata mampu mengubah perilaku manusia saat ini. Umumnya
orang banyak menggunakan facebook dan twitter. Penggunanya begitu
kecanduan untuk selalu buka dan membuka jejaring sosial , lalu membuat
status,ngetwit, atau mention seseorang setiap waktu. Saat di perjalanan,
di tempat kerja, di tempat tidur, bahkan di kamar mandi sekalipun.
Berikut tips Etika berkomunikasi dalam social media:
sumber:
http://ipiieen.wordpress.com/2013/05/14/etika-berkomunikasi-dalam-social-media-2/
http://irfanrahman.wordpress.com/2013/05/17/etika-berkomunikasi-di-social-media/
Etika (Yunani Kuno: “ethikos”, berarti “timbul dari kebiasaan”)
adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang
mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan
penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti
benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.
Etika dimulai bila manusia merefleksikan unsur-unsur etis dalam
pendapat-pendapat spontan kita. Kebutuhan akan refleksi itu akan kita
rasakan, antara lain karena pendapat etis kita tidak jarang berbeda
dengan pendapat orang lain.
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide,
gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi
dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua
belah pihak.
Berikut tips Etika berkomunikasi dalam social media:
- Gunakan gaya bahasa yang tepat dengan mengenali followers anda dari kalangan mana, pendidikan, dan usianya
- Tetap gunakan tanda baca dalam menulis status agar tidak salah dalam memahami sebuah tweet atau status
- Memahami tweet atau status orang dulu secara utuh sebelum mengomentarinya
- Seimbangkan profesionalitas dengan personalitas
- Kalo dapat kiriman berupa ucapan terima kasih atau apresiasi, ada baiknya kita balas. Jadi, sama-sama membahagiakan
- Materi twit atau status bisa saja hasil copas. Baiknya sebutkan sumbernya kalo bisa
- Kalo ternyata twit atau status kita menyinggung org lain, dan tanpa kita sadari ada kekeliruan kita, ya minta maaf saja
- Jangan menjelek-jelekan orang lain, sumpah serapah atau berkata-kata kotor melalui sosial media. Karena apa yang anda tulis adalah catatan seseorang yang bisa dijadikan barang bukti.
- Jadilah diri sendiri. Jadilah seorang yang otentik. Ciptakan nilai dan perkaya social media anda dengan konten atau isi yang bermanfaat dan menyenangkan.
sumber:
http://ipiieen.wordpress.com/2013/05/14/etika-berkomunikasi-dalam-social-media-2/
http://irfanrahman.wordpress.com/2013/05/17/etika-berkomunikasi-di-social-media/
Komentar
Posting Komentar